Survey tentang tujuan mengikuti grup Diskusi Agama

          Pasti banyak sekali motif atau tujuan dari facebooker mengikuti sebuah grup yang bernuansakan diskusi religious. Ada banyak pemikiran, kepentingan,dan keinginan yang mesti dicapai dalam sebuah diskusi. Ada yang hanya menganggap sebuah diskusi keagamaan hanya untuk iseng belaka. Duduk santai dan melihat ada yang perang argument.ini adalah tipe penonton. Mereka kebanyakan menyimak, dan benar-benar menikmati apa yang dia simak, tanpa mengambil lebih dalam, menyimpulkan secara lebih kritis tentang sebuah diskusi tersebut. Namun ada kalanya pula mereka sedikit demi sedikit akan merekam semua yang telah dia dapatkan dalam sebuah diskusi tersebut, dan kemungkinan besar akan ikut larut dalam diskusi selanjutnya.

      Selanjutnya ada yang berpikir bahwa tujuan diskusi agama adalah untuk kepentingan seluruh manusia, yaitu agar manusia berhenti untuk menyekutukan Tuhan Yang Maha Esa. Dan sekaligus menulis bahwa perbedaan antara kepercayaan animism dan dinamisme berbeda dengan agama. Dimana kepercayaan animism dan dinamisme dikatakan ibadah dengan sajen, sedangkan jika agama tidak. Ini mengidentifikasikan bahwa ada suatu keegoisan dalam berfikir. Pendeknya akal dalam menyelami sebuah keyakinan(agama). Agama diartikan sesuatu yang bisa membuat harmonis/tidak kacau, sedangkan jika kita menggunakan standar jawaban dari pendapat tadi, jelas yang dihasilkan adalah justru sebuah kekacauan, karena ada sebuah pemicu konflik, karena adanya penciptaan posisi secara vertical, ada yang berada diatas dan benar, dan ada yang dibawah serta salah.inilah yang  seharusnya dihindari untuk menghormati nilai agama, karena hal inilah yang menjadi bibit tercorengnya agama, dan bukan sebaliknya.

      Pendapat lain yang bernuansa sejuk datang dari seorang member,bahwa (saya copy),  “tujuan utamanya mencari tahu apa perbedaan di agama masing2 supaya bisa memahami perbedaan namun kenyataannya krn byk yg merasa agamanya paling benar(punya “ku” pasti yg terbaik/ego) maka berkembang menjadi merendahkan agama yg lain(padahal tidak ada satupun manusia yg suci di dunia ini)”. Komentar/ pemikiran seperti inilah yang perlu dibudayakan, agar terciptanya suatu keharmonisan dalam beragama. Kita hidup beragama dan bukan hanya satu agama, dan Indonesia bukanlah Negara agama, jadi satu kata yang paling tepat adalah “Toleransi”

    Pendapat lainnya adalah pengendalian emosi. Benar sekali, emosi memang seharusnya dikendalikan, bukannya dibiarkan begitu saja tanpa kemudi. Otak kita adalah pengendalinya. (saya copy) “Sebetulnya diskusi agama bisa seperti diskusi ini (apa tujuan diskusi di DA) wow… alangkahnya indahnya diskusi kita semua. Kalau di Forum DA ini saling hujat, saling hina, saling tantang bgmn kalau ketemu langsung …. pasti saling berantem kan? Nah… makanya kalau masing orang sudah tahu posisinya dan bisa mengendalikan emosinya di DA ini mungkin perlu dibuatkan Grup khusus dan member2 nya bisa saling ketemu… karena saya yakin tidak akan saling berantem. Mungkin selera Diskusi sudah tidak ada sama sekali. Adanya hanya ingin ketemu teman dan happy2 saja….”

    Jadi demikianlah sedara singkat beberapa pendapat/pemikiran beberapa member diskusi agama tentang tujuan berdiskusi di DA. Kami mengingatkan bahwa diskusiadalah salah satu cara mendapat pengetahuan, walaupun diskusi tentang agama sekalipun. Harus kita akui bahwa tak semua dari kita mengerti secara baik tentang agama kita sendiri, apalagi agama orang lain. Jadi marilah kita belajar bersama, meskipun berbeda jalurnya, asalkan kita tahu mana batasan-batasan dalam berdiskusi.dan tersenyumlah dalam diskusi.

Salam,

Admins DA

berkomentarlah dengan bijak, segala konsekuensi hukum ditanggung pemilik komentar, jadi berhati-hatilah sebelum berkomentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s