Apakah benar Arab pra-islam adalah era jahiliyah?

Oleh : Benji S.

 

Saya baca Sirat Rasul Allah oleh Ibn Ishaq, yang diterjemahkan oleh Muhammad B. Yasr, sebelum Islam ada suku-suku Arab justru meninggikan kaum wanitanya.

 

Pada halaman 59 Sirat, diceritakan kisah tentang seorang wanita bernama Salma D. ’Amr. Disebutkan bahwa dalam kedudukannya pada posisi yang tinggi di antara kaumnya, dia akan menikah dengan syarat bahwa dia harus tetap mempertahankan kontrol atas pekerjaan dan urusannya. Apabila dia tidak senang terhadap pria tersebut, dia dapat meninggalkannya. Wow! Betapa mandirinya wanita ini. Sikap kemandirian dan tuntutan ini, justru tidak terjadi di kalangan wanita-wanita yang “sudah ditingkatkan” Muhammad dan Islam?

 

Pada halaman 68, seorang wanita melamar untuk menikah dengan Abdullah: “Apabila Anda mau mengambil saya, anda dapat mengambil (dari saya) unta-unta sebesar korban yang anda rasa telah berikan.” Kalau perempuan-perempuan pra-Islam semacam ini hanyalah budak belaka (tidak mandiri) tanpa hak-haknya, tentulah mereka ini tidak mungkin memiliki unta-unta, dan merekapun tidak diizinkan melamar pria untuk pernikahannya. Di banyak Negara-negara Islam hari-hari ini, wanita justru tidak dapat menikah tanpa izin dari seorang wali pria.

 

Khadijah, istri Muhammad yang pertama. Ia adalah seorang pedagang kaya yang mempekerjakan sejumlah orang pria. Muhammad sendiri mulai bekerja padanya sebagai karyawan, dan bukankah akhirnya Khadijah yang melamar untuk menikahi Muhammad?

 

Tolong dicatat! Sedikitnya ada tiga kemartabatan Khadijah yang dimilikinya diatas wanita dibawah shariah Law:

(1) seorang perempuan pedagang besar (successful business woman)

(2) memimpin sejumlah pegawai bawahan, dan

(3) melamar pria yang diinginkannya sendiri untuk dikawini!

 

Halaman 73 kita diberitahukan bahwa Abdul Muttalib mengetahui bahwa hari kematiannya sudah dekat, maka ia memanggil keenam anak-anak perempuannya dan berkata kepada mereka supaya mereka menggubah syair perpisahan baginya agar supaya dia dapat mendengarkan apa yang mereka mau bacakan sebelum dia mati. Jikalau anak-anak perempuan itu dipandang rendah pada masa itu, mengapa orang laki-laki ini meminta mereka semua menggubah syair pujian sebelum kematiannya? Harap diketahui bahwa pada suku dengan tradisi yang sangat merendahkan perempuan, mempunyai 6 putri dan dibiarkan hidup, semuanya adalah suatu keaiban keluarga dan sukunya! Hari-hari ini bahkan sebagian besar wanita Islam tidak diperkenankan menghadiri suatu pemakaman umum, apalagi meminta mereka membacakan kata-kata pujian di depan publik.

 

Pernah terjadi perselisihan antar dua orang pria (halaman 196)…tentang seratus ekor unta, dan mereka menunjuk seorang wanita peramal sebagai wasit, dan ia memberikan keputusan tentang masalah tersebut. Segera tampak bahwa wanita itu adalah seorang hakim yang nilai keputusannya tidak didiskon samasekali. Ini adalah kontras dengan kejadian didunia Islam 14-an abad kemudian, dimana pada tahun 2005 para Islamis masih menuntut bahwa wanita tidak layak untuk menjadi hakim dan nilai kesaksian mereka hanyalah separuh dari kaum pria.

 

Jadi benarkah Arab pra-Islam adalah era Jahiliyah?

 

Semasa “Jahiliyah” setiap orang dari agama yang berbeda justru dapat hidup dengan damai berdampingan satu dengan yang lain dan Mekkah boleh dibilang merupakan pusat pemujaan. Tapi setelah Islam ada, agama-agama tsb. dihancurkan. Pada waktu Mekkah ditaklukkan Nabi kemudian menghancurkan 360 patung yang disembah orang-orang Arab yang berbeda-beda keyakinan.

 

Segera kelihatan bahwa pra-Islam lebih toleran dengan keyakinan yang berbeda-beda, tapi setelah Islam dtg menjadi intoleran…

 

Benarkah Jahiliyah?

berkomentarlah dengan bijak, segala konsekuensi hukum ditanggung pemilik komentar, jadi berhati-hatilah sebelum berkomentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s