Mengapa Babi Haram, by Giriawan Tanpa Nama

Menggapa babi haram?

 

Tulisan ini adalah copy paste dari note atas nama Lutfi As.

 

 

Mengapa Babi itu Haram? Suatu Tinjauan Kritis Historis

oleh Lutfi As pada 29 Agustus 2010 jam 11:25

 

Seorang ibu rumah tangga di Medan berkirim sur-el kepada saya, demikian bunyinya;

Yth, DR. Lutfi,

Pak Lutfi saya senang sekali membaca tulisan2 dari bapak. Sangat mencerahkan. Saya ada sedikit pertanyaan, pak. Mohon dijawab dengan jelas dan sederhana:

Kenapa babi itu dianggap haram dalam agama Islam?

Saya seorang muslim yang menikah dengan seorang nasrani, tidak ada ganjalan yang berarti bagi saya kecuali ketika saya diundang makan bersama dalam keluarga suami saya. Saya jadi takut kalau-kalau yang kemakan oleh saya itu ternyata mengandung daging babi.

Demikian surat dari saya. Mohon maaf jika merepotkan.

Wassalam.

 

Sekalian saya jawab saja dalam note ini untuk ibu RP dan para pembaca yang dimuliakan:

Tidak, saya tidak merasa direpotkan. Malahan senang sekali berbagi pencerahan dengan sesama manusia. Saya sendiri salut kepada ibu RP ini berani memperjuangkan cinta untuk menikah dengan seorang ‘kafir’. Dan saya jamin baik kepada ibu RP dan para pembaca bahwa jawaban dari saya belum pernah anda dapatkan dari para ahli kalam manapun dalam khasanah islam. Teori ini orsinil dari saya.

 

Masalah kenapa babi diharamkan dalam islam selalu mengundang kebingungan, kenapa allah swt nampaknya begitu emoh dengan mahluk ciptaannya sendiri yang bernama babi. Dan tanpa alasan yang jelas kenapa islam begitu alergi dengan babi. Bahkan dengan mudahnya umat Islam membabi-babikan pihak lain yang bersebrangan keyakinannya dengan kita. Seakan-akan babi itu an sich / pada dirinya sendiri adalah kutukan.

 

Jikalau islam mengharamkan minuman keras, itu jelas alasannya. Minuman keras, bila diteguk secara berlebihan, membuat si peminum kehilangan control dan dapat melakukan apa saja yang berbahaya di luar kesadaran si pelaku. Begitu pula dengan larangan judi, itu jelas bikin orang malas, tidak mau kerja keras.

Tapi kalau dengan babi, apanya yang salah dengan babi? Kita mencari-cari alasan bahwa babi mengandung cacing pita, dan kadar kolestrol yang tinggi. Tahukah anda bahwa kadar kolestrol yang tinggi tidak dikandung dalam jeroan babi, tapi dari telur puyuh? Dan masalah penyakit dalam babi, toh sama saja dengan penyakit yang ada dalam sapi, unggas dsb yg dianggap halal untuk dimakan.

 

Ada pemikir2 islam yang enteng saja menjawabnya,” Allah swt melarang kita makan babi bukan karena daging babi itu ada apa-apanya, tapi karena ia sayang kepada kita.”

Ah, itu kan alasan yang mengada-ada dari ketidaktahuan saja. Kalau sesuatu itu dilarang, kita berasumsi karena sesuatu itu berdampak buruk atau mengandung keburukan dalam dirinya sendiri. Maka dari itu babi / daging babi layak diperiksa secara medis.

 

Analisa medis atas daging babi menyarankan bahwa daging babi sama saja seperti halnya daging lain, sama-sama ada kebaikan dan keburukannya. Apakah daging babi membawa prilaku buruk pada pemakannya? Tidak. Sama sekali tidak ada. Makan babi atau pun tidak makan babi – manusia yah sama saja ada yang agresif ada yang lembut, ada yang malas ada juga yang pekerja keras, seperti orang cina. Daging babi sama sekali tidak mempengaruhi sifat manusia.

Jadi apa yang membuat islam mengharamkan daging babi? Inilah jawabannya.

 

Islam is Judaism-minded in Law and Half Christian Form in rites .

Agama islam adalah agama yang dibentuk dari cara berpikir yahudi dan ritual nasrani. Begitu sedikit orang yang tahu bahwa islam mengambil ritual shalat dari Kristen ortodoks suriah, hal ini dikarenakan wajah nasrani yang kita lihat pada umumnya bukanlah nasrani dimana umat islam awal bersentuhan, tapi nasrani katolik roma dan protestan. Dan sebenarnya, Siriah adalah rahim dimana teks-teks islam awal ditulis pada abad ke-9 M, 200 tahun setelah apa yang kita kira jaman kelahiran Muhammad. 1 00 azma allah swt itu diambil abis dari nasroni siriah. Dari gaya bahasa dan bentuk penulisan aramik-suryani inilah kisah-kisah dalam alquran dan hadist nabi ditulis. Maka dari itu orang arab sendiri kesulitan memahaminya dan berdalih alquran itu adalah ‘firman yang tak terselami oleh otak’. Lha iyalah lha wong itu bukan orsinil arab.

 

Dan sebenarnya Kristen ortodoks suriah ini melakuan ritualnya mengambil bentuk dari ibadah yahudi yaitu shemma. Kata shalat kemungkinan berasal dari kata ‘sela’, yang dalam bahasa ibrani berarti sujud. Orang yahudi sujud menghadap yerusalem 7 kali dalam sehari. Dan ini ditiru oleh orang Kristen suriah yang nantinya ditiru lagi oleh islam dan diaku- aku sebagai hasil tawar menawar nabi kita dengan tuhan, karena allah meminta umatnya shalat 1000 kali sehari, maka Muhammad menawar sampai hanya 5 x sehari saja. Bisakah anda merasakan kejanggalan mitos ini? Mosok ada tuhan yang gila hormat sampai musti dipuji2 manusia 1000 kali dalam sehari dan mau tawar menawar dengan manusia?

The bottom line adalah akar dari islam itu adalah agama yahudi. Kita mengambil tauhid mereka, kita mengambil cerita2 mereka dan mendamprat mereka sesuka hati karena mereka tidak mengakui kenabian Muhammad. Lha iya lah islam mengajar yahudi itu ibarat anak itik yang baru bisa berenang petantang – petenteng di depan ikan hiu. Yahudi jauh lebih memahami apa itu kenabian, apa itu sasta dalam kitab-kitab dsb. Dan cara berpikir yahudi itu sudah lebih mapan ribuan tahun dari pada islam. Jadi bagaimana mungkin mereka mau tunduk terhadap islam dalam tauhidnya? Terhadap arogansi Kristen yang bombastis itu saja yang mengaku ada tuhan jadi manusia mereka tidak mau menyerah koq? “Tuhanmu itu cuman seorang nabi dari ratusan nabi dalam agama kami”, demikian kata orang yahudi kepada orang nasrani.

Dari agama yahudi inilah kepercayaan tentang haram dan halal itu berasal.

 

Pada mulanya adalah mitos.

Menurut tourat bangsa israil berasal dari trah nabi Ibrahim dari tanah Sumeria yang kemudian berkelana ke daerah Kanaan. Lalu Ibrahim menetap di kanaan dan mempunyai anak Iskak, yang menjadi leluhur bangsa israil dan ismail yang menjadi leluhur bangsa moab dan midian, bangsa yang kita sebut yordania saat ini. Dari Iskak maka lahirlah yakub dan cucunya yang berjumlah 12 orang yang salah satunya Yusuf dijual ke orang mesir, yang nantinya menjadi perdana mentri di mesir. Pada suatu masa tanah kanaan ini dilanda kekeringan sehingga yaqub dan anak cucunya minta perlindungan ke mesir. Dan di saat itulah Yusuf diberi ijin oleh firaun untuk menampung kaum duafa ibrani ini sebagai balas jasa firaun kepada Yusuf yang telah menjadi penasihat logistic mesir di masa paceklik. 300 tahun kemudian seorang firaun baru muncul dan menjadikan bani israil ini sebagai budak-budaknya untuk membangun piramid2 di Giza. Dan dari sinilah muncul Musa as, saudara angkat dari firaun yang sebenarnya adalah seorang dari bani israil. Ia memberontak terhadap firaun dan memintanya membebaskan saudara-saudaranya dari perbudakan menuju tanah terjanji di kanaan itu.

Dan musa inilah yang mengajarkan bani israil tentang apa yang baik dan buruk, halal dan haram yang tertulis dalam kitab torat.

Begitulah cerita itu dipercaya oleh ketiga agama besar yang katanya dituntun oleh tuhan yang sama. Anehnya allah swt / Yahweh / tuhan / abbaitu sendiri, beserta jibril sang kacung, tidak sadar bahwa cerita itu sendiri adalah kebohongan belaka. Kenapa baik awloh, jibril, para nabi yahudi, yesus dan Muhammad tidak sadar akan kebohongan cerita itu sampai-sampai para sarjana yahudi sendiri menjungkir balikan kepercayaan semu ini? Jawaban saya sederhana. Karena tuhan dan agama itu cuman konsep doang. Halal – haram itu cuman konsep doang. Tidak ada musa as, tidak ada Ibrahim as, dan tidak ada adam as. Semua itu tokoh fiktif. Yang ada adalah Lutfi as yang buah pikirannya sedang anda baca.

 

Cerita sebenar-benarnya

Berdasarkan kajian ilmiah antar disipliner yang melibatkan ahli teologi nasrani (kalamulah), socio- antropolog, ahli kepurbakalaan, banyak situs2 digali di Israel sejak pertengahan abad 19 sampai sekarang. Dan banyak kesimpulan mengejutkan didapatkan.

 

Kesimpulan umum menyatakan bahwa :

Bangsa Israel dan kerajaannya di kanaan adalah bangsa asli daerah tersebut. Bukan pendatang dari sumeria yang seperti dalam kisah Ibrahim. Dan tidak pernah ada kejadian eksodus, dimana musa as membawa bani israil dari mesir setelah sebelumnya Yahweh atau awlohnya orang ibrani ini menulahi firaun dengan tulah2 bombastis yang diakhiri dengan terbelahnya laut teberau. Semua itu kibulan belaka .

Buktinya? Temuan2 arkeologi menyatakan bahwa kerajaan mesir terbentang dari hulu sungai Nil (yang sekarang Sudan) sampai ke Suriah. Jadi kanaan atau daerah Israel itu adalah provinsi jajahan dari Mesir. Dan tidak pernah ada satu artefak pun di mesir yang menceritakan tentang tulah2 luar biasa, eksodus bani Israel, dan terbelahnya laut teberau.

Bagaimana mungkin ada yang disebut eksodus dari mesir ke kanaan, lha wong kanaan itu wilayah protektorat mesir sendiri? Memang benar bangsa kanaan ini membebaskan wilayahnya dari penjajahan mesir – tapi jelas tidak ada eksodus, karena dari awalnya mereka, bangsa yang disebut bangsa Israel ini, memang penduduk asli daerah itu. Sama pribuminya dengan bangsa2 midian, moab, beduin, dsb.

Jadi dari mana cerita itu dikarang-karang

[bersambung]

sumber, disini

berkomentarlah dengan bijak, segala konsekuensi hukum ditanggung pemilik komentar, jadi berhati-hatilah sebelum berkomentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s