Kenapa Saya Bangga Menjadi Seorang Buddhis?

oleh:xenocross

1.Kami pengikut Buddha, sepanjang sejarah agama kami, tidak pernah

atas nama agama kami, mengadakan perang, menyerbu suatu negara,

walaupun dengan tujuan menyebarkan agama kami, dan tidak pernah

mendukung perbuatan seperti itu. Kami cinta damai.

 

2.Kami pengikut Buddha, sepanjang sejarah agama kami, tidak pernah

atas nama agama kami, berperang antar sesama yang berbeda aliran,

tidak pernah menekan sekte – sekte yang berbeda, tidak pernah

melakukan penindasan, penjarahan, pembunuhan kepada aliran lain.

 

3.Kami pengikut Buddha, sepanjang sejarah agama kami, tidak pernah

atas nama agama kami, menghancurkan agama lain, membunuh pengikut

agama lain, membakar dan menghancurkan tempat – tempat ibadah agama

lain, membakar universitas dan perpustakaan, membantai pemuka agama

lain, dan membakar kitab suci agama lain.

 

4.Kami pengikut Buddha, sepanjang sejarah agama kami, tidak pernah

atas nama agama kami, memaksa, menakut-nakuti, mengiming-imingi, atau

menekan dengan berbagai cara pengikut agama lain supaya memeluk

keyakinan kami.

 

5.Kami pengikut Buddha, sepanjang sejarah agama kami, tidak pernah

atas nama agama kami, menghalangi kemajuan ilmu pengetahuan, mengutuk

dan memenjarakan ilmuwan, atau menetapkan sebuah teori ilmu

pengetahuan sebagai sebuah `dogma’ yang tidak dapat dikritik.

 

6.Kami pengikut Buddha, sepanjang sejarah agama kami, tidak pernah

atas nama agama kami, membakar seorang wanita yang dituduh penyihir,

membunuh orang yang diduga penyihir.

 

7.Kami pengikut Buddha, sepanjang sejarah agama kami, tidak pernah

atas nama agama kami, melakukan pembunuhan, mengizinkan pembunuhan,

pencurian, penjarahan, dan kekerasan.

 

8.Kami pengikut Buddha, sepanjang sejarah agama kami, tidak pernah

atas nama agama kami, mendiskriminasikan perempuan, menganjurkan

beristri lebih dari satu, dan mengatur cara berpakaian seseorang.

 

9.Kami pengikut Buddha,, sepanjang sejarah agama kami, tidak pernah

atas nama agama kami, menganjurkan menyelesaikan masalah dengan kekerasan,

menyetujui penggunaan bom bunuh diri, ataupun kegiatan teroris lainnya.

 

10.Kami pengikut Buddha, sepanjang sejarah agama kami, tidak pernah

atas nama agama kami, menjelek-jelekkan agama lain dengan sengaja,

dengan tujuan memperoleh pengikut.

 

11.Kami pengikut Buddha, sepanjang sejarah agama kami, tidak pernah

atas nama agama kami, membunuh orang yang menghina agama Buddha dan

Guru Buddha. (Kami percaya hukum karma akan berlaku pada orang itu).

Tidak pernah juga mengeluarkan `perintah mati’.

 

12.Kami pengikut Buddha, sepanjang sejarah agama kami, tidak pernah

kami harus mati-matian membela figur pribadi Guru Buddha. Karena

Beliau adalah teladan yang sempurna, hampir tidak ada yang harus dibela.

 

13.Kami pengikut Buddha, sepanjang sejarah agama kami, tidak pernah

atas nama agama kami, menyalahgunakan politik untuk memperbesar

pengaruh agama kami.

 

14.Kami pengikut Buddha, sepanjang sejarah agama kami, tidak pernah

atas nama agama kami, mengobral pertunjukan kesaktian, keajaiban dan

kegaiban dengan tujuan mencari pengikut, karena hal itu dilarang keras

oleh Guru Buddha. Kami tidak tertarik untuk menarik pengikut bodoh

yang percaya buta karena melihat sulap.

 

15.Kami pengikut Buddha, sepanjang sejarah agama kami, tidak pernah

atas nama agama kami, membunuh makhluk hidup apapun juga, entah

sebagai persembahan untuk suatu makhluk, atau untuk alasan egois lainnya.

 

16.Kami pengikut Buddha, sepanjang sejarah agama kami, tidak pernah

atas nama agama kami, memandang rendah sesama manusia, atas dasar

kasta, gender, ras, kelahiran, status sosial, harta, dll.

 

17.Kami pengikut Buddha, sepanjang sejarah agama kami, tidak pernah

atas nama agama kami, mengijinkan perbudakan sesama manusia.

 

18.Kami pengikut Buddha, tidak pernah menentang nilai – nilai

demokrasi. Sebaliknya, kami mendukung demokrasi. Termasuk Hak Asasi

Manusia dan kebebasan beragama.

 

19.Kami pengikut Buddha, sepanjang sejarah agama kami, tidak pernah

atas nama agama kami, `menerbitkan tiket masuk surga’, ataupun

menjamin surga bagi para pengikut, atau sebagai iming-iming.

 

20.Kami pengikut Buddha,, sepanjang sejarah agama kami, tidak pernah

atas nama agama kami, menyebut agama lain ‘tidak dapat ke surga’, apalagi mengutuk

pengikut agama lain ke neraka.

 

Pelaku kejahatan akan menerima penderitaan.

 

Pelaku kebajikan akan mendapat kebahagiaan

 

Bukan karena agama, tetapi karena tindakan merekalah sesorang

Mendapatkan surga atau neraka

 

sumber,disini

berkomentarlah dengan bijak, segala konsekuensi hukum ditanggung pemilik komentar, jadi berhati-hatilah sebelum berkomentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s