Sifat-sifat Hamba Allah yang pengasih

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyampaikan kepada hamba-Nya ttg sifat-sifat yang ada pada hambanya yang pemurah ( ‘ibadurrahman ) untuk sama-sama kita renungkan dan teladani, melalui ayat 63 hingga 77 surah al-Furqan. Allah tidak pernah menzalimi hamba-hambanya malah dengan sifat pengasih dan penyanyangNya, Dia telah memberi panduan secukupnya kepada kita bagaimana cara menjadi seorang hamba yang pengasih disisiNya dan makhlukNya yang melata di muka bumi ini melalui tarbiyyah Quraniayyah (didikan berlandaskan al-Quran ) untuk dijadikan rujukan dan sinar petunjuk kepada kita.

Di antara sifat hambaNya yang pengasih adalah sebagaimana berikut :

1. Bersifat merendahkan dirinyai (tawaddhu’), bersopan-santun, tenang di dalam semua keadaan dan memelihara diri daripada perkara-perkara yang tidak mendatangkann faedah. Firman Allah dalam ayat 63 surah al-Furqan yang artinya :

‘Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah mereka yang berjalan di atas muka bumi dengan merendahkan diri dan apabila orang-orang batil menyapa mereka, mereka ucapkan kata-kata yang baik.’

2. Khusuk dan tawaddu’, mereka tunduk dan takut akan azab Allah yang digambarkan melalui rasa kehambaan-nya (‘ubudiyyah) yang ikhlas karena Allah. Firman Allah dalam ayat 64 hingga 66 surah  al-Furqan yang artinya :

‘Dan orang yang menghabiskan  malam hari dengan sujud dan berdiri karena Tuhan mereka. Dan mereka yang berkata : ‘Wahai Tuhan kami! Jauhkan azab neraka jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu merupakan kebinasaan yang kekal’. Sesungguhnya neraka jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. ‘

3. Bersahaja dalam semua perkara dan keadaan. Tanda-tanda hamba yang pemurah yang lain pula ialah bersederhana dan bersegera di dalam menafqahkan harta serta tidak pula merasa bakhil (kikir) ataupun merasa akan berkurang sebahagian daripada hartanya diperlukan. Firman Allah dalam ayat 67 surah al-Furqan yang artinya :

‘Dan mereka yang mana apabila membelanjakan harta, mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak pula terlalu bakhil (kikir), dan adalah pembelanjaan itu seimbang diantara kedua-duanya.’

4. Mentauhidkan (mengEsakanNya) dan tidak mensyirikkanNya serta menjauhkan diri daripada perkara-perkara yang dimurkai Allah dan mendatangkan dosa. Mereka yang terpilih saja yang layak diberi gelar hamba-Nya yang pemurah, namun begitu jika dia terjebak dengan dosa besar maka Allah akan melipat gandakan siksaan ke atasnya melainkan mereka yang bertaubat dan mengerjakan amalan soleh. Firman Allah dalam ayat 68 hingga 71 surah al-Furqan yang artinya :

‘Dan mereka yang tidak menyembah tuhan yang lain berserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan sebab yang dibenarkan dan tidak pula mereka melakukan zina, barang siapa yang melakukan demikian itu, nescaya dia akan mendapat pembalasan dari dosanya. Iaitu akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari qiamat dan dia akan kekal dalam azab itu dalam keadaan hina. Kecuali mereka yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal soleh maka kejahatan mereka akan diganti oleh Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amalan soleh maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan sebenar-benar taubat.

5.  Menjaga kehormatan dan kemuliaan diri daripada melakukan saksi palsu dan membuang waktu dengan perkara-perkara yang melalaikan. Mereka juga sentiasa bersifat benar dan tidak berdusta. Bersungguh-sungguh di dalam segenap urusan serta tidak suka membiarkan waktu berlalu begitu saja. Oleh itu apabila diajak untuk berbual kosong, dia akan menghadapinya dengan cara yang bijaksana. Firman Allah dalam ayat 72 surah al-Furqan yang artinya :

‘Dan mereka yang tidak melakukan saksi palsu, dan apabila mereka bertemu dengan orang-orang yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah mereka lalui saja dengan menjaga kehormatan dirinya.’

6. Menerima dan mendengar segala peringatan Allah dengan tenang dan sepenuh hati. Pemikirannya ditujukan kepada ayat-ayat Allah sama ada berupa perintah atau larangan. Dia menyadari bahwa dia adalah hamba dan milik Allah sehingga menjadikan ayat-ayat Allah meresap di seluruh urat nadinya. Firman Allah dalam ayat 73 surah al-Furqan yang artinya :

‘Dan mereka yang mana apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagaimana mereka yang tuli dan buta.’

7. Senantiasa berharap agar dikurniakan isteri-isteri dan cahayamata yang menyenangkan hati yang mana mereka terdiri daripada kalangan mereka yang beriman, berilmu dan taat beragama. Harapannya ini bukan satu khayalan malah dia dahulukan dengan persiapan dirinya sendiri, mendidik diri untuk menjadi orang yang soleh dan taat beragama. Firman Allah dalam ayat 74 surah al-Furqan yang artinya :

‘Dan mereka yang berkata :’Wahai Tuhan kami! Anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri dan keturunan kami sebagai penyejuk hati dan jadikanlag kami imam(pemimpin) bagi mereka yang bertaqwa.’

8. Bersabar dalam melaksanakan perintah Allah dan mentaatiNya, bersabar di dalam menjauhi larangan Allah dan daripada menuruti hawa nafsunya serta bersabar di dalam menyampaikan dakwah. Dia menyadari bahwa kesabaran adalah suatu jalan yang terbaik di dalam merealisasikan mabda’ tarbawi yang dikehendaki sehingga melayakkan dirinya untuk menerima ganjaran yang setimpal dengan kesabarannya di dunia dahulu. Firman Allah dalam ayat 75 surah al-Furqan yang artinya :

‘Mereka itulah orang yang akan dibalas dengan kedudukan yang tinggi di dalam syurga karena kesabaran  mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat sejahtera di dalamnya.’

Marilah kita sama-sama merenung segala sifat yang perlu ada pada mereka yang ingin menjadi hamba Allah yang pengasih. Coba tanya dan muhasabah diri kita adakah semua sifat itu sudah ada ataupun semuanya belum tersemat lagi di dalam kita. Marilah kita sama-sama melakukan reformasi diri ke arah yang lebih terbaik daripada hari-hari semalam yang telah berlalu. Hari kematian kita tidak tahu, begitu juga dengan segala amalan kita adakah diterima ataupun tidak. Oleh itu kita hendaklah senantiasa menambah amalan serta memastikan segala sifat yang disebutkan oleh Allah di dalam surah Al-Furqan itu mampu kita hayati bersama. Yakinlah kita bahwa setiap sesuatu yang diberitahu oleh Allah di dalam kitab suci Al-Quran bukanlah sesuatu yang hanya berbentuk teori tetapi ia mampu dibuat dan diamalkan oleh hamba-hambanya yang beriman dan senantiasa mengamalkan segala apa yang terkandung dalam Al-Quran.

sumber,disini

berkomentarlah dengan bijak, segala konsekuensi hukum ditanggung pemilik komentar, jadi berhati-hatilah sebelum berkomentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s