Mengenal Mukjizat Sai Baba di Dalam dan Luar Bali

Mengenal Mukjizat Sai Baba di Dalam dan Luar Bali

 

 

Judul Buku : Mengenal Mukjizat Sai Baba di Dalam dan Luar Bali

 

Penyusun : Wayan Supartha

 

Tebal : xiii + 91 halaman

 

Penerbit : Pustaka Bali Post

 

 

BHAGAVAN Sri Sathya Sai Baba telah berpulang Minggu, 24 April 2011 lalu, dua hari setelah peringatan wafatnya Yesus Kristus. Meninggalnya tokoh spiritual terkemuka yang lahir pada 23 November 1926 itu, telah menimbulkan duka di kalangan bhakta (pengikutnya). Sebagaimana disiarkan berbagai media, baik cetak maupun elektronik, para politisi, bintang film dan atlet terkemuka India telah memberikan penghormatan terakhir. Bahkan tak kurang Perdana Menteri India Manmohan Singh berkata, “Sai Baba adalah tokoh spiritual yang mengilhami jutaan orang dari berbagai agama untuk menuju suatu kehidupan yang bermoral dan bermakna, dan bahwa kematiannya membuat India merasakan kesedihan mendalam.”

 

Menteri Utama Andhra Pradesh N Kiran Kumar Reddy kemudian menyatakan masa berkabung selama empat hari yang akan berpuncak pada upacara pemakaman kenegaraan, Rabu, 27 April 2011 di balai Sai Kulwant di komplek Prashanti Nilayam.

 

Sai Baba selama ini dikenal sebagai tokoh kontroversial. Para bhaktanya meyakini, tokoh spiritual itu sebagai awatara (penjelmaan Tuhan), tetapi sebagian orang memandang sebagai Dajjal (pendusta). Sai Baba sering menujukkan kemujikzatannya yaitu bisa mengeluarkan vibhuti (abu suci), cincin, kalung dan benda-benda berharga lainnya dari tangannya yang semula kosong. Tapi sebagian orang menilai itu hanya tipuan atau permainan sulap saja.

 

Terlepas apapun tuduhan orang, namun sebagaimana disiarkan media massa, jutaan umat manusia dari kira-kira 180 negara telah menjadi pengikutnya. Banyak buku tentang Sai Baba dan wejangannya tersebar dalam berbagai bahasa. Sai Baba telah membangun beberapa rumah sakit, lembaga pendidikan dan proyek kemanusiaan lainnya.

 

Dalam buku ini dimuat berbagai kemukjizatan Baba. Misalnya bagaimana Baba mengubah air jadi bensin, hadir secara ajaib di berbagai tempat seperti di Bali, membujuk Pekak Sarmi jadi pemangku. Yang paling kontroversial adalah tentang Baba menghidupkan orang yang telah dinyatakan meninggal.

 

Sebagaimana dimuat dalam buku ini, bahwa ada sebuah foto Baba yang memiliki kesidian atau kemampuan yang luar biasa. Foto tersebut mempelithatkan Baba memegang linggam emas yang keluar dari mulutnya, saat memberikan wejangan kepada mahasiswa di Whitefield dekat Banglore, India Selatan, 5 Mei 1991. Banyak orang yang disembuhkan penyakitnya setelah menyentuh foto itu di bagian tubuh yang sakit.

 

Yang lebih menakjubkan, 7 Juni 1991, Dr. Doraisingham, seorang dokter Inggris berhasil menghidupkan kembali seorang bayi yang telah meninggal di Brindavan dengan menyentuhkan foto itu kepada bayi tersebut sambil mengucapkan “Om Sai Ram” berulang-ulang dan berdoa kepada Baba. Sai Baba mengatakan, dimanapun foto itu disimpan, segala rahmat, kesembuhan dan keajaiban akan memancar dari foto ini.

 

Tentang berita orang yang hidup setelah mati juga dimuat pada halaman 39 buku ini. Berita itu menyangkut peristiwa yang dialami Walter Cowan. Pada 23 Desember 1971, Cowan bersama istrinya, Elsie ingin menemui Baba di India. Mereka menginap di Hotel Connemara di Madras. Ketika itu, Baba memang sedang berada di kota Madras untuk memimpin All India Conference of Sai Organisations.

 

 

Hidup Kembali

 

 

Pagi-pagi, 25 Desember 1971, tersiar berita mengejutkan. Seorang laki-laki tua Amerika dinyatakan telah meninggal karena serangan jantung. Orang itu ternyata Walter Cowan. Elsie, istrinya menuturkan, pagi-pagi sekali Cowan jatuh dari ranjang. Elsie segera mencari bantuan, memanggil Nyonya Ratanlal yang berada di kamar sebelah. Dua wanita itu mengangkat tubuh Cowan ke ranjang. Beberapa saat kemudian, Cowan menghembuskan nafas terakhir di dalam pelukan istrinya.

 

Tubuh Cowan dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan telah meninggal. Mayatnya ditutupi kain putih di kamar mayat. Menurut rencana, keesokan harinya tubuh Cowan yang terbujur kaku itu dimasukkan ke dalam peti mati.

 

Elsie dam Nyonya ratanlal segera melaporkan peristiwa itu kepada Baba. Baba berjanji mengunjungi rumah sakit pukul 10.00. Ketika Elsie dan Nyonya Ratanlal ke rumah sakit, Baba ternyata telah lebih dulu berada di sana dari janji semula dan berkemas-kemas meninggalkan rumah sakit.

 

Lalu terjadilah peristiwa yang menggemparlan. Cowan ternyata hidup kembali dan sedang dirawat oleh seorang suster. Sebagaimana ditulis Dr. John S.Hislop dalam bukunya My Baba and I, Baba menjelaskan Cowan telah tiga kali mengalami kematian dan segera pula dihidupkan kembali.

 

Tentang kemampuan menghidupkan orang mati ini, juga dijadikan bahan oleh sebagian orang untuk “mencibir” Baba sebagaimana dapat disimak di situs internet. Dalam beberapa tulisan di dunia maya, tersirat cibiran bahwa orang yang telah mampu menghidupkan orang lain, kok bisa mati.

 

 

 

 

 

Tentang kematian Sai Baba, demikian pula kemampuannya, wacananya, bisa dicari perbandingannya atau analoginya dalam sosok Krishna dalam epos Mahabharata. Krishna diceritakan sebagai awatara telah menghidupkan Parikesit, putra Subadra yang telah mati ditembus panah Aswatama. Tetapi tidak semua orang mati dihidupkan Krishna. Bahkan putra-putra Drupadi sendiri yang juga tewas dibunuh Aswatama, tak dihidupkan oleh Sri Krishna.

 

Dalam beberapa peristiwa, Krishna menunjukkan keilahiannya. Ketika Duryodana punya rencana hendak memenjarakan Krishna, sang awatara bertriwikrama, menunjukkan kebesarannya yang menakjubkan. Demikian pula, sesaat sebelum perang Bharatayuddha dimulai, Krishna menunjukkan keilahiannya kepada Arjuna dan memberikan wejangan suci, yang kemudian dihimpun, menjadi sebuah buku dengan judul Bhagavadgita.

 

Akan tetapi, siapa nyana, Sri Krishna pada akhirnya menghembuskan nafas terakhir hanya kerena dilukai oleh sebuah panah milik seorang pemburu kijang bernama Jara. Orang yang hanya tahu cerita sepenggal-sepenggal, tentu akan melihat aneh peristiwa ini. Awatara kok bisa mati, terbunuh oleh pemburu lagi.

 

Memang sulit memahami kekuasaan dan permainan Tuhan. Dalam Upanisad disebutkan, orang yang telah mengetahui Brahman akan menjadi Brahman. Jadi, selama kita menjadi manusia, mana bisa memberikan penilaian terhadap kekuasaan Tuhan. Dan buku ini juga memberikan informasi, mengapa Baba menunjukkan kemukjizatannya. Semua buku yang berisi wejangan Baba diramalkan akan menjadi kitab suci, sama halnya Bhagavadgita akan selalu dijadikan rujukan, meski Krishna secara fisik telah tiada.

 

*Ni Putu Winanti, dosen Institut Hindu Dharma Denpasar

sumber, disini

5 thoughts on “Mengenal Mukjizat Sai Baba di Dalam dan Luar Bali

  1. Mengapa baba bisa mati? Karena beliau mengambil wujud manusia ,bukankah setiap yg lahir pasti akan mati?layaknya mengganti baju usang, badan yg tua juga harus diganti dg kematian . nanti akan lahir kembali pakai baju baru/ badan baru

  2. Wahai cahaya ilahi mohon trimalah sembah sujudku..oh bhagawan sri satya sai baba..yang menegakkan kembali nilai nilai kebajikan..perwujudan cinta kasih..yg melenyapkan kemalangan,kesedihan,keraguan..pelimpah kebahagiaan..yg dipuja oleh setiap mahluk..selaku penjelma kebenaran..jay sri sai ram

berkomentarlah dengan bijak, segala konsekuensi hukum ditanggung pemilik komentar, jadi berhati-hatilah sebelum berkomentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s