membongkar borok agama yang tertutup rapi oleh perban pembenaran

Oleh Mahendra Kacrut

Terakhir disunting pada hari Rabu · Sunting Dokumen · Hapus Jangan mau diming imingi agama, yang mengajarkan berbuat baik menurut kelompoknya nanti masuk surga, alasannya, untuk tahu diri sendiri 1 jam lagi dan besok aja ga tahu, ga bisa, kenapa bisa tahu setelah mati, itukan ga benar, karena orang mati tentu tidak berguna, dibuang dan ada yang dibakar. ajaran yang tidak ada contoh hidup yang benar tentu meragukan, biasanya ada promosi, iming iming masuk surga, yah satu tipe dengan setan. Kalo nama tentu boleh saja, tapi periksa dulu kemampuan agama dan kelemahannya. Tentu ada yang jauh lebih baik. Kurang luas pemikiran karena alatnya membatasi, seperti agama. Manusia dalam jumlah besar telah memilih AGAMA sebagai jalan hidup utama dan tentu KELIRU BESAR. KELEMAHAN AGAMA: 1. Ada tahun terbitnya, dan selalu tahu tokoh tertinggi, tapi hanya tulisan nama foto dll. 2. Tidak ada bukti awal kehidupan, hanya tulisan yang bisa ditambah dan dirubah. 3. Tidak memiliki contoh hidup tiap detiknya dari awal kehidupan hingga akan datang . 4. Tidak mampu menolong saat diperlukan hingga rumah sakit berkembang. 5. Tidak digunakan oleh makhluk lain, seperti tumbuhan dan hewan. 6. Tidak memiliki kemampuan kedepan tiap detiknya, hanya cerita masa lalu. 7. Tidak ada pengikutnya yang bisa mampu mandiri, mengenal diri sendiri dengan baik. 8. Tidak memiliki kemampuan untuk baik, karena satu dan lainnya berlainan, bermasalah. 9. Membuat manusia menjadi terbatas kemampuannya hanya pada buku. 10.Membahayakan keselamatan manusia bila bertemu sesama yang berlainan agama dalam membahas kebenaran tentang isi bukunya. 11.Tulisan manusia adalah karya otak saja. 12.Buang kata menciptakan, mujizat, ajaib, kebesaran, dosa dan lainnya, alasannya manusia yang tahu alat terbaik tidak mengenal kata tersebut, yang dikenal hanya MAMPU atau BELUM MAMPU.. Jadi bila belum mampu tentu akan berlatih terus, menyadari diri sendiri, itulah manusia. Ingin tahu tokoh tertinggi yang original, dari diri sendiri dipastikan benar dengan alat yang benar. Manusia pertama, manusia saat ini, dan akan datang organ tubuhnya sama, hanya luarnya aja yang sedikit beda. Otak manusia saja terbatas dan dipastikan banyak salahnya untuk membuka manusia pertama, hingga yang akan datang, termasuk bumi pertama kali berputar dan lainnya, harus sama. Mudah ga lama, ga rumit bila alatnya tepat. 13. Kakek saya dan bokap saya mempelajari agama dari buku hingga mati gagal total bertemu tokoh, saat sakit minta tolong juga ga ada bukunya, dan saya tidak mau ter jerumus pada lobang yang sama. Saya berhasil lolos dengan alat terbaik. TENTU ada alat yang lebih baik dari agama yang digunakan ; – Pertama kali manusia hidup, pertama kali bumi berputar dan isinya serta seluruh alam semesta. Dimulai mengenal diri sendiri dengan baik hingga alam semesta secara bertahap. Pada tingkat menengah akan mengenal yang saya sebut TEKNOLOGI ALAM SEJATI. Seperti gempa, badai, tsunami dan lainnya, AGAMA parah, disebut musibah. Semakin dipelajari semakin menarik, alat ini karena dimataharipun ada, ga pernah mati, stabil. Melihat dan bertemu tokoh tentu bisa, Bila mengenal alat ini diri sendiri menjadi TUNGGAL, selalu berjuang sendiri. HUKUM ALAM akan berlaku dengan seimbang, tidak seperti otak manusia yang mengenal sistem HIDUP atau MATI. Untuk KEBENARAN tentu dimulai dari satu demi satu, dibangun dari dasar. Saya bukanlah orang pintar, manusia biasa, tidak memiliki kekayaan, hidup sederhana, tidak tertarik menjadi tokoh apapun, Semoga masukan ini menambah pengetahuan. Bila anda mengenal alat ini tentu secara bertahap akan tahu alam semesta hingga tahu tokoh tertinggi yang sering disebut TUHAN dan sejenisnya, ga sulit mudah kok. Jangan jadi manusia yang kerjaannya meniru doang, dan melatih diri hanya sepotong, iman saja, hati saja, itu namanya manusia jadi jadian gurunya setan. Tentu ada yang benar, berlatihlah dari ujung rambut hingga telapak kaki dengan alat yang benar. Apa gunanya dipercaya bila hanya tahu nama tokoh dari buku dan cerita doang, manusia seperti itulah yang disebut kafir, rendah pengetahuannya dan salah dalam menjalani hidup, kerjaannya hanya mampu dari kelompoknya, bukan manusia original, banyak nakalnya bila dah dibuka kedoknya..

sumber, disini

berkomentarlah dengan bijak, segala konsekuensi hukum ditanggung pemilik komentar, jadi berhati-hatilah sebelum berkomentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s