Larangan Judi dalam Hukum Hindu Dharma

Om Swastyastu

Akṣair mā dīvyaḥ kśimit kṛśasva vitte ramasva bahu manyamānaḥ, tatra gāvaḥ kitava tatra jaya tan me vicaśṭe savitāyamarya.

Ṛgveda X.34.13.

 

(Wahai para penjudi, janganlah bermain judi, bajaklah tanahmu. Selalu puas dengan penghasilanmu, pikirkanlah itu cukup.Pertanianmenyediakan sapi-sapi bentinadan dengan itu istrimu tetap bahagia. Deva Savitā telah menasehatimu untuk berbuat demikian)

 

Jāyā tayate kitavasya hìnā mātā putrasya carataḥ kva svit, ṛṇāvā bibhyad dhanam icchamānaḥ anyeśām astam upa naktam eti.

Ṛgveda X.34.10.

 

(Istri seorang penjudi yang mengembara mengalami penderitaanyang sangat menyedihkan, dan ibu seorang penjudi semacam itu dirundung penderitaan. Dia, yang dalam lilitan hutang dan kekurangan uang, memasuki rumah orang lain dengan diam-diam di malam hari)

 

Dvesti śva rūr apa jaya ruóaddhi na nathito vindate marîitāram, aśvasyeva jarato vasnyasya nāhaṁ vindāmi kitavasya bogam.

Ṛgveda X.34.3.

 

(Ibu mertua membenci, istrinya menghindari dia, sementara pada waktu mengemis, tidak menemukan seorangpun yang berbelas kasihan. Istri penjudi itu berkata: “Sebagai seekor kuda tua yang tidak bermanfaat, kami sangat menderita menjadi istri seorang

penjudi”.

 

Lebih jauh di dalam Manavadharmaśāstra yang merupakan kompedium hukum Hindu, menyatakan:

 

Dyūtaṁ samaḥ vayaṁ caiva rāja rātrannivarayet, rājanta karaóa vetau dvau dośau pṛthivikśitam. Manavadharmaśāstra IX.221.

 

(Perjuadian dan pertaruhan supaya benar-benar dikeluarkan dari wilayah pemerintahannya, ke dua hal itu menyebabkan kehancuran negara dan generasi muda).

 

Prakaśaṁ etat taskaryam yad devanasama hvayau, tayornityaṁ pratighate nṛpatir yatna van bhavet.

Manavadharmaśāstra IX.222.

 

(Perjudian dan pertaruhan menyebabkan pencurian, karena itu pemerintah harus menekan ke dua hal itu)

 

Apraṇibhiryat kriyate tal loke dyūtam ucchyate, praṇibhiḥ kriyate yāstu

na vijñeyaḥ sāmahvayaḥ.

Manavadharmaśāstra IX.223.

 

(Kalau barang-barang tak berjiwa yang dipakai pertaruhan sebagai uang,

hal itu disebut perjudian, sedang bila yang dipakai adalah benda-benda

berjiwa untuk dipakai pertaruhan, hal itu disebut pertaruhan).

 

Dyūtaṁ sāmahvayaṁ caiva yaḥ kūryat karayate va, tansarvan ghatayed rājaśudramś ca dvija linggi.

Manavadharmaśāstra IX.224.

 

(Hendaknya pemerintah menghukum badanniah semua yang berjudi dan bertaruh atau mengusahakan kesempatan untuk itu, seperti seorang pekerja yang memperlihatkan dirinya

(menggunakan atribut) seorang pandita)

 

Kitavān kuśìlavān kruran paśandasthaṁśca manavan,vikramaśṭhanañca undikaṁś ca kśipram nirvāśayetprat.

Manavadharmaśāstra IX.225.

 

(Penjudi-penjudi, penari-penari dan penyanyi-penyanyi (erotis?), orang- orang yang kejam, orang-orang bermasalah di kota, mereka yang menja- lankan pekerjaan terlarang dan penjual-penjual minuman keras, hendak- nya supaya dijauhkan dari kota (oleh pemerintah) sesegera mungkin).

 

Eta raśṭre vartamana rajñaḥ pracchannataskaraḥ, vikarma kriyaya nityam bhadante bhadrikaḥ prajāḥ.

Manavadharmaśāstra IX.226.

 

(Bilamana mereka yang seperti itu yang merupakan pencuri terselubung, bermukim di wilayah negara, maka cepat-lambat, akan mengganggu penduduk dengan kebiasaannya yang baik dengan cara kebiasaannya yang buruk).

 

Dyūtam etat pūra kalpe dṛśtaṁ vairakaraṁ mahat, tasmād dyūtaṁ na seveta

hasyartham api buddhimān .

Manavadharmaśāstra IX.227.

 

Di dalam jaman ini, keburukan judi itu telah nampak, menyebabkan timbulnya permusuhan. Oleh karena itu, orang-orang yang baik harus menjauhi kebiasaan-kebiasaan ini,walaupun untuk kesenangan (hiburan).

 

Memperhatikan terjemahan dari kitab Manavadharmaśāstra IX.223-227 tersebut, dan juga dalam berbagai kitab hukum Hindu yang lain, maka sesungguhnya pemerintah berkewajiban untuk melarang berkembangnya judi atau judian di wilayah pemerintahan masing-masing, dengan demikian ketentraman masyarakat akan dapat diwujudkan.

sumber, disini

berkomentarlah dengan bijak, segala konsekuensi hukum ditanggung pemilik komentar, jadi berhati-hatilah sebelum berkomentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s