INDAHNYA PERJALANAN HIDUPKU UNTUK MEMELUK HINDU, semarang 4 november 2011 (Salinan)

Original Writer : Andri Asanto Mahendra Jawane : http://www.facebook.com/profile.php?id=1828812435

PENGALAMAN PRIBADI

om swastyastu……

masih terlintas keanehan dalam diriku hingga aku memeluk agama hindu,secara logika aku tidak tahu menahu tentang agama tirta ini.sejak kecilpun aku juga tidak pernah dibekali sedikitpun pengetahuan agama hindu.jadi sangat mustahil sampai detik ini saya berganti agama dari islam ke hindu.

sedikit perjalanan hidupku hingga aku menemukan berlian yang sangat luar biasa dalam kehidupan ini,setelah pencarian jati diri selama kurang lebih 25 tahun.

aku dilahirkan di tempat yang indah ,danpenuh dengan tradisi budaya jawa tepatnya di kota solo/surakarta hadiningrat di tanah keraton pajang hadiwijaya.

keluargaku dari keluarga yang sangat sederhana,dan kakek nenekku seorang pemeluk kejawen murni.tapi setelah diberlakukan  KTP oleh pemerintah maka kakek nenekku  mau tidak mau harus memilih agama.dan,merekapun terpaksa memilih islam sebagai agama di ktp.tapi kenyataannya mereka tidak bisa beribadah secara islam.

kakekku dari ibu dahulu seorang dalang wayang kulit dan penabuh gamelan jawa/niaga.dan kakek dari bapak seorang abdi dalem kraton kasunanan surakarta,dari merekalah semau anak dan cucunya diberi bekal pengetahuan tentang budaya jawa.tapi sayangnya waktu  beliau memberi wejangan pada anak cucunya ,aku masih dalam kandungan ibu.sehingga aku belum dapat melihat wajah kakekku yang seorang dalang.

dalam keluargaku sampai sekarang masih dilestarikan ajaran-ajaran jawa terutama keluargaku.hanya keluargakulah satu-satunya yang masih melestarikan petuah dari kakek.

sejak kecil aku di sekolahkan di lingkungan mayoritas muslim,tanpa ada kejanggalan dalam diriku aku selalu berusaha menjadi anak yang baik,patuh pada orang tua, menurut pada kakak,dan bisa menjadi panutan untuk adik.ya,sejakkecil aku benci dengan rokok dan alkohol aku tidak suka barang itu,sehingga aku menjadi anak yang terlihat baik di mata keluargaku,begitupun  teman bermainku aku lebih senang bergaul dengan teman-teman di masjid.setiap sore,apalagi pada waktu bulan puasa aku paling rajin beribadah di masjid,entah kenapa aku senang dan nyaman di masjid.sholat,mendengarkan khotbah  dan senang mengikuti pengajian.Dan ikut mengajar anak -anak menbaca alquran.

keanehan lama-kelamaan mulai mendatagiku sewaktu SMP,ada hati kecilku yang berkata tapi hanya aku anggap sebagai kata-kata pembohong.tapi lama kelamaan bisikan dalam hati  nuraniku makin kuat,dan mengusik hidupku.entah kenapa aku makin benci dengan pelajaran agama,

setiap hari jumat aku senang sholat jumat,setiap minggu aku selalu diajak mengikuti ritual/sembahyang di petilasan kraton  pengging bersama bapakku.2 cara menggapai sang pencipta ditunjukkan olehku,dari agama islam dan dari cara sembahyang bapakku.semua membuatku makin binggung memilih yang mana tapi semuanya dapat berjalan dengan lancar dan aku nyaman memakai keduanya.

menjelang kelas 3 SMP hal yang paling menakutkan terjadi padaku,aku hanya sekedar BERKHAYAL,’

“aku tidak mau sekolah yang temen -temenku berjilbab”

entah karena karama atau nasib ternyata aku dimasuklkan ibuku ke sekolah islam,tepatnya di sekolah yang dulu tempat sekolahnya PAK AMIEN RAIS.SMA MUHAMMADIYAH 2 SURAKARTA,semua perjalanan hidupku mulai  menapaki kehidupan yang baru di sini.lingkungan yang muslim tata cara yang islam dan segala sesuatu harus sesuai alquran dan  al hadist,setiap hari aku harus membaca al quran 15′ setiap pagi.pelajaran agama islam juga sangat kuat,mungkin di sekolah negeri agama islam cuma  agama islam saja.tapi di sma muhammadiyah agama islam dibagi menjadi bermacam-macam jenisnya,hingga mengalahkan pelajaran yang lain.akhlaq,aqoid,tarikh,alquran,bahasa arab,ibadah,kemuhammadiyahan.dalam benakku kenapa kok belajar sejarah negeri orang,kenapa kok tidak belajar sejarah kemegahan majaphit.

dari SMAlah jiwa militan mulai kebentuk,cara berfikirku hanya islam yang benar dan yang lainnya salah.sungguh ironis menimpa otakku,kemanapun aku pergi  alquran tidak boleh lepas dari dalam diriku,hingga kemanapun aku melangkah di dalam tas ranselku bukan rokok ato alkohol tetapi  kitab suci alquran yang wajib ada.i love alquran,karena alquranlah yang menerangi jalanku.

kelas 2 sma,ada kegiatan khusus untuk semua siswa yaitu baitul arqom semacam pondok pesantren bertempat DI ASRAMA HAJI solo.jadi aku dan teman-teman di isolasi dari kehidupan luar disitulah kami semua diberi pengetahuan tentang agama islam,dari pagi hingga pagi lagi kami harus belajar agama islam  dan waktu luang kami gunakan untuk membaca kitab suci alquran.

tapi entah kenapa semakin aku belajar islam semakin penasaran aku dengan kepercayaan yang dianut oleh bapakku,tata caranya kelihatan sangat jawa,sangat sederhana ,sangat cinta kasih.akirnya aku putuskan untuk belajar tentang aliran kepercayaan dari bapak.

kelas 3 sma,aku makin tertarik memahami ajaran bapakku,tapi hanya diberitahu SEKILAS.konon karena aku belum cukup umur,trerlalu dini.

pada waktu acara STUDY TOUR ke PULAU BALI aku merasakan aura yang berbeda,seakan aku menemukan siapa aku dan dimana aku.aku serasa telah kembali ke rumah,dan telah kembali ke masa majapahit zaman dahulu.tapi bergitu aku tahu bali orang hindu aku merasakan  wah ini kafir semua.tapi kau merasakan sesuatu hal yang berbeda dengan orang -orang hindu,mereka sangat terbuka pada semua agama.sampai diselama 3 hari aku makin penasaran dan makin cinta dengan hindu.tapi itu juga hanya sekilas saja.

setelah seminggu di bali akirnya waktunya klembali ke jawa,ada kejanggalan lagi dalam diriku dalam 1 bus  yang semua muslim semua bergembira karena akan kembali ke rumah.jusstru aku berdedih meninggalkan bali,pulau mayoritas hindu,aku menagis sejadi-jadinya air mata tak bisa di tahan lagi.aku cuma bisa bertanya dalam hati ALLAH ada apai ini….Kenapa sangat berat meninggalkan pulau ini.aneh memang…tapi ini masih rahasia dari sang peencipta.

setelah lulus sma,baru aku mendalami ajaran  kepercayaan dari bapak,aku disuruh sembahyang 3x dalam sehari.aku jadi heran setahuku sholat 5x sehari,kenapa kok disuruh  hanya 3x sehari.tapi,karena aku mantap dengan ajaran dari bapak apapun aku lakukan ,aku memutuskan aku tidak akan berfikir sempit seperti dulu lagi.

lulus sma aku memutuskan  sebagai orang yang tak beragama dan tak percaya agama, tapi aku sangat percaya pada tuhan.

setiap bulan suro atapu pas malem 1 suro selalu melakukan ritual jawa,dan setiap bulanb suro selalu ada selametan kecil di keluargaku.sedikit-demi sedikit aku mulai belajar filosofi kehidupan dari bapak.sejak aku kecil bapak sering memberi wejangan pada teman-temannya,dan pada saat memberi wejangan aku selalu tidur pulas dipangkuan bapak.dan sejak aku kecil sebelum tidur,bapak selalu dongeng  padaku tentang cerita rakyat,si kancil,joko kendil sangat indah…

dari situlah aku suka dengan budaya jawa,filosofi jawa.krena sekarang filosofi jawa sudah diputar-balikkan oleh oknum tertentu.

tahun-berganti tahun pemahamanku tentang spiritual jawa selalu mulai bertambah hingga aku mengenal internet dan facebook.dahului yang  sholat 5x sehari kini sudah tak pernah sholat,dulu di dalam tas ada alquran kini  kemana-mana tanpa bawa apa-apa kecuali apa yang ada dalam diriku itulah yang aku punya.believe with my self,

entah kenapa tahun 2006 aku mendapat karma untuk bekerja di KOTA SEMARANG,aku mendapatkan kesempatan yang luar bisa akirnya dengan berat hati aku berangkat ke semarang  dan meninggallkan keuragaku di solo.

datang sendirian tanpa keluarga,sebatangkara aku di semarang berjuang demi hidup dan sejuta harapan,mengais rejeki demi masa depan.

bulan pertama sangat ringan,tapi lama-kelamaan makin berat.aku goyah………

aku binggung,karena teman kos dan teman kerja mayoritas islam aku jadi minder,aku binggung kalo ditanya tentang agama.aku benci jika ada orang yang tanya tentang agama…

karena aku  memang tidak beragama dan tak suka dengan agama….!!!

tahun 2007 aku kos dengan temanku yang alumni pondok pesantren dari weleri , kendal.aku dibimbing untuk belajar islam lagi,diajak sholat,dll.ya itu memang sedikit membuatku tenang,tapi batinku yang tidak menerimanya.karena memang ini bukan aku yang sebenarnya.

disaat aku krisis kepercayaan aku ingat kata-kata bapakku sembahyang 3 x sehari.aku mulai melihat di internet cari info sembahyang 3x sehari.begitu  aku memasukkan ke google dan langsung keluar daftarnya,aku langsung terkejut…!!!

terkejut karena sembahyang 3x sehari itu adalah sembahyang agama hindu.setengah percaya tidak percaya karena bapakku mengajarkan agama hindu padaku sejakkecil,tapi kenapa bapakku tidak ngomong kalo itu sembahyang agama hindu.

mulai sejak itulah aku suka belajar sembunyi-sembunyi tentang agama hindu,agama ,ritual,budaya,adat semua bisa indah menjadi satu.

setelah mantap belajar hindu,  tahun 2009 aku memberanikan diri untuk memakai hindu sebagai agama di fb ku,berharap aku bisa menemukan teman hindu dan sembahyang ke pura.ya ,akirnya aku dapat,tapi sewaktu berkumpul mereka tidak tahu kalo aku muslim.tapi jujur aku mendapatkan manfaat dari cerita teman-teman fbku.

dan di tahun 2010 aku diajak sembahyang tawur agung di candi prambanan,aku merasakan inilah yang aku cari.aku makin bahagia telah menemukan rumah ini.minoritas tapi sangat berharga…sembahyang  di prambanan pertama kali memakai pakaian hindu,walau identitasku masih islam.dan aku hanya sembahyang dengan memakai bahasa ibu.ya karena aku tidsak tahu  doa dalam hindu..

waktu mulai berjalan hingga aku menemukan teman hindu di semarang,dan aku akirnya diajak ke pura sembahyang dipura dan bersemedi di pura.

PURA AGUNG GIRI NATHA,SEMARANG pertama kali aku menginjakkan kaki di pura aku merasakan aura yang lain,aku seakan berada di dunia yang berbeda.tapi seperti tidak asing bagiku,sangat aneh memang aneh tapi mungkin ini karmaku.

aku ingat waktu pertama kali masuk kedalam pura dan menikuti sembahyang  purnama di  PURA AMERTHA SARI,SEMARANG.aku menangis di dalam pura,menangis pada waktu pak mangku mengucapkan mantra -mantra suci,aku merasakan sepertinya  aku pernah mendengar suara-suara seperti ini di kehidupan masa laluku.

beberapa hari setelah aku sembahyang aku pulang ke solo dan mengutarakan niatku untu memeluk agama hindu,bukannya aku langsung disetujui justru aku langsung dimarah-marahin dari semua keluarga.kakak perempuanku menagis sejadi-jadinya,adikku tidak terima dengan keputusan,bapakku pasrah dan terserah padaku,ibuku sangat melarangaku murtad dari islam.krena myoritas keluarga besar islam ,dan ibuku sangat rajin sholat 5 waktu.

tak hanya iyu banyak teman-temanku sekolah ataupun teman kampung yang memutuskan persahabatanku di fb gara-gara aku beralih ke hindu.

aku makin putusa asa,tapia itu semua membuatku makin bersemangat memperdalam hindu dan akan aku buktikan bahwa aku bisa berubah menjadi lebih baik dengan agama ini.setelah berbulan -bulan,melihat aku makin berbeda  setelah mendalami hindu, akirnya keluargaku dengan berat hati merelakan aku lepas dari islam dan memeluk hindu.

Dan akirnya tanggal  1 SEPTEMBER 2010  DI PURA AMERTHA SARI,SEMARANG.AKU melaksanakan UPACARA WISUDI WADANI yang  dibantu  oleh  PARISADA SEMARANG TIMUR, RESMI MEMELUK AGAMA HINDU DALAM KEHIDUPANKU,

Atungkara HYANG WIDHI,sampai saat ini aku masih memeluk hindu,dan justru sekarang keluargaku makin tertarik dengan rasa cinta kasih dan kebersamaan dalam  agama hindu.anehnya lagi,ibuku minta diajak sembahyang  ke pura…

berawal dari kota kecil mengadu nasib ke kota besar dan di sinilah aku mendapatkan jalan untuk kembali memeluk hindu,dan menjadi anggota PERADAH KOTA SEMARANG ,PERADAH JAWA TENGAH,dan aktif dalam kegiatan peradah ogoh-ogoh,tirtayatra ato yang lainnya.semua terjadi tanpa aku sangka-sangka…

ASTUNGKARA…

semua bisa aku lewati semua rintangan ini, walaupun susah payah dan perlu memakan waktu bertahun-tahun tapi akirnya semua dapat terlaksana dengan lancar.

terima kasih HYANG WIDHI…

aku pernah merasakan  begitu manisnya menjadi seorang mayoritas,tapi aku juga telah merasakan bagaimana manisnya menjadi  seorang minoritas.

emas memang sangat indah, tapi berlianlah yang jauh lebihindah dan lebih berharga dari emas”

sekiranya begitulah pengalaman pribadiku,3 jam aku menulis ini…akirnya puas

matur sembah nuwun,

OM…shanti…shanti…shanti…OM…

ANDRI ASANTO MAHENDRA JAWANE

Semarang 4 november 2011

12 gagasan untuk “INDAHNYA PERJALANAN HIDUPKU UNTUK MEMELUK HINDU, semarang 4 november 2011 (Salinan)

  1. Selamat yah kamu sudah menemukan apa yg dicari..
    “Tiap-tiap diri dimudahkan sesuai dengan untuk apa ia diciptakan.” (Rasulullah SAW — HR Bukhari)

  2. Mas Andri,
    Sangat sangat menarik perjalanan hidup anda. pergulatan batin yang sangat berat. semoga damai selalu dalam menjalankan hidup ini.
    Saya seorang hindu, lahir dan lulus SMA di Bali, setamat SMA aku merantau ke Jakarta. sebagai anak remaja Agama bukanlah menjadi perhatian. Himpitan Ibu kota sebagai buruh pabrik ku jalani. sambil kuliah dan bekerja di kota besar tidaklah Mudah. berkali kali tidak bisa ujian karena tiada biaya. Aku Nekat saja ambil kuliah di Univ Muhamadiyah Jakarta. jadi memang saya hrs belajar Alislam, Ikro, kemuhamadiyahan, belajar Solat dll. dari diskusi diskusi saya sebagai non muslim dan juga kurang menguasai agama Hindu yang ku Anut, selalu terbantai. ada yang mendoakan agar saya kembali ke jalan yang benar. Anehnya dalam bermalam mingguanpun akau selalu didoakan agar diurapi oleh Tuhan Yesus, kareana pacarku seorang Katolik, berkali kali aku diajak ke Gereja.Keinginan tahuanku sangat tinggi untuk mengetahui Agama lain, maka dari itu aku tidak pernah menolak di Ajak ke Gereja ataupun ke Mesjid. Sampai ketemu teman mengajak untuk Latihan kejiwaan yaitu SUBUD. teknik berserah diri yang ditemukan oleh Bp. Muhamad Sumodiharjo. Bagiku ini adalah Kejawen. bagi saya ini adalah meditasi ala Subud. jadi bagi saya Hindu adalah agama yang sangat Flexible, apalagi dgn kejawen sangat dekat. bagi saya ke Jawen itu adalah kepercayaan atau Filosofi hidup yang tidak kalah dgn Kongfutzu.
    salam dahsyat.

  3. Mas Andri,

    Thanks atas sharingnnya. Sy jg punya pengalaman yg berbeda tp agak2 mirip..sy seorang Hindu dari Bali tp sy sdh hampir 15 thn tinggal di Jawa.Pertama kali sy ke jawa umur 22 utk bekerja,sebagai seorang yg masih sgt muda waktu itu dengan hanya tau ttg bali saja sy spt katak dlm tempurung ttg pehamaman agama Hindu sy. Sampai akhirnya sy punya pacar orang Jawa agamanya katolik ( yg skr jd istri sy ) tp sm spt anda bapaknya adalah penghayat kepercayaan..waktu pacaran sy sama sekali tdk pernah mengajak pacar sy itu utk pergi ke pura sembahyang apalagi mengajak,membujuk utk masuk menjadi hindu tp beberapa kali ada persembahyangan mingguan,purnama,tilem dia dtng baik memberitahu sy atau tdk sebelumnya.Sampai akhirnya sy pertama kali ikut tawur agung kesange di Prambanan dan kebetulan dia jg ikut.. saat itulah sy spt mendapat pencerahan bahwa sy harus lbh banyak memperdalam ttg ajaran agama Hindu sy..tp anehnya pacar sy jg spt merasakan hal yg sama. Sejak saat itu selama pacaran empat thn smpai sy menikah dan sekarang sdh 15 thn..kami hanya melewatkan sekali saja upacara tawur agung kesanga di thn 2009 itupun krn sy kebetulan dpt tugas ke luar kota, bahkan saat istri sy msh hamil besar (7 bulan ) kami ttp ke Prambanan dengan istri sy hanya pakai pakaian hamil sj…

    Bagi saya,salah satunya agama Hindu mengajarkan sy utk lbh menghargai perbedaan..mau kita sembahyang menghadap ke utara,selatan,barat, timur silakan..mau sembahyang dengan doa saja,dengan canang, dengan banten silakan…mau anggap monoteisme,anemisme,panteisme,musrik, apapun monggo…mau anggap Hyang Widi ada dilangit kesekian,dalam hati,di rumah,di pura silakan..asalkan semua tindakan kita berdasarkan ajaran Dharma ( kebenaran ) sy yakin Hyang Widi maha adil,maha mendengar akan memberikan anugerahnya pada kita tanpa harus bertanya km menyembah dgn cara apa ( itulah yg dijarkan agama sy )…

    Santi 3x om

  4. OM. Swastyastu. Selamat berada di jalan dharma, warisan leluhur. Selamat memasuki ‘hutan belantara’ pengetahuan tertinggi yg abadi yg bebas untuk dijelajahi dg berbekal nurani. Selamat bebas dari doktrin yng menumpulkan karunia Tuhan yg bernama cipta, rasa dan karsa. Selamat memulai perjalanan jauh, lebih jauh dari India, Yerusalem, Mekah, atau China, yaitu perjalanan dari kepala (logika) menuju hati (nurani). Kenapa jauh? Krn jarang orang bisa sampai kesana seperti Bima Ruci. Kasihan juga mereka pnganut doktrine yg setelah cuci otak tak sekalipun diberi kesempatan untuk meragukan kebenarannya. Bukankah (sokrates bilang) kebenaran hanya bisa dicapai dg cara meragukannya? Sugeng rawuh. Nuwun.
    Namaste.

  5. astungkare selama kita masih busa saling menghargai dan menghormati niscaya hyang widhi merestui kita , semoga keyakinan anda yang sekarang membuat anda lebih mengerti arti hidup yg sbnry astungkare om santi santi santi om

berkomentarlah dengan bijak, segala konsekuensi hukum ditanggung pemilik komentar, jadi berhati-hatilah sebelum berkomentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s